LK, KUANTAN SINGINGI – Tim Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Berdampak Universitas Riau (UNRI) sukses menggelar program pemberdayaan masyarakat di Desa Kampung Baru Sentajo, Kecamatan Sentajo Raya, Kabupaten Kuantan Singingi, Rabu (8/7/2026).
Melalui inovasi ramah lingkungan, para mahasiswa menghadirkan pelatihan bertajuk "Pemberdayaan Masyarakat Melalui Prototype Pembuatan Pupuk Cair Organik Berbasis Ramah Lingkungan".
Kegiatan yang berpusat di Aula Posyandu Kampung Baru Sentajo ini dihadiri oleh 25 warga setempat. Mereka diajak untuk mengubah sudut pandang terhadap sampah rumah tangga, dari yang semula dibuang begitu saja, kini diolah menjadi Pupuk Organik Cair (POC) bernilai guna tinggi.
Program ini dirancang bukan tanpa alasan. Selain bertujuan menekan volume limbah organik domestik, prototype pupuk cair ini diproyeksikan mampu mendukung langsung sektor pertanian dan perkebunan yang menjadi penopang ekonomi warga Desa Kampung Baru Sentajo.
Ketua Tim Kukerta UNRI, M. Rafid Nasywan, menjelaskan bahwa program ini merupakan bentuk nyata hilirisasi ilmu pengetahuan dari bangku kuliah langsung ke tengah masyarakat.
"Kami berharap kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga keterampilan praktis. Selain membantu mengurangi volume sampah rumah tangga, pupuk cair organik ini bisa langsung dimanfaatkan warga untuk menyuburkan tanaman mereka," ujar Rafid dalam sambutannya.
Langkah inovatif ini pun disambut hangat oleh pihak desa. Mewakili masyarakat Kampung Baru Sentajo, Dra. Setiawati menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif yang dibawa oleh para mahasiswa UNRI.
"Pelatihan ini memberikan wawasan baru. Selama ini limbah dapur atau rumah tangga belum dimanfaatkan secara optimal. Kami berharap ilmu dari adik-adik mahasiswa bisa diterapkan di kehidupan sehari-hari agar lingkungan bersih dan tanaman warga makin subur," tutur Setiawati.
Kemeriahan acara sudah terlihat sejak pagi hari. Sebelum masuk ke materi inti, mahasiswa Kukerta dan warga kompak menggelar senam bersama untuk mencairkan suasana dan membangun kebersamaan.
Acara formal kemudian dibuka oleh Dewi Santi selaku pembawa acara, dilanjutkan dengan sesi doa yang dipimpin oleh M. Bambang Setiawan agar kegiatan berjalan lancar.
Masuk ke agenda utama, warga tidak hanya disuguhkan teori lewat pemaparan materi mengenai manfaat dan kandungan POC. Mahasiswa Kukerta UNRI langsung mengajak peserta melakukan simulasi dan praktik pembuatan prototype pupuk cair menggunakan bahan-bahan organik yang mudah ditemukan di sekitar rumah.
Warga terlihat sangat antusias mengikuti setiap tahapan pembuatan. Ruang diskusi pun hidup dengan berbagai pertanyaan dari peserta pada sesi tanya jawab. Geliat positif ini terlihat dari respon beberapa warga yang mengaku tidak sabar untuk langsung mempraktikkannya secara mandiri di rumah masing-masing.
Melalui program Kukerta Berdampak ini, Universitas Riau berharap Desa Kampung Baru Sentajo dapat menjadi pelopor desa mandiri pupuk yang berbasis kelestarian lingkungan. Inovasi sederhana namun aplikatif ini diharapkan menjadi pemantik awal terciptanya ekosistem pertanian yang produktif, hemat biaya, dan berkelanjutan di Kuantan Singingi.

